Penyerahan Sertifikat Program PTSL Desa Tlogorejo

TLOGOREJO-BJN.DESA.ID – Sebanyak 704 Masyarakat Desa Tlogorejo, Kecamatan Kepohbaru, menerima sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bojonegoro, di Balai Pertemuan Desa. Dari Program Pemerintah untuk Desa Tlogorejo di tahun 2020 lalu.Badan Pertanahan Nasional BPN Kabupaten Bojonegoro sudah menyelesaikan dan menyerahkan sebanyak 704 sertifikat tanah, yang dibagikan hari ini, Sabtu 06 Maret 2021.

Panitia PTSL berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan maksimal pada kepungurusan Sertifikat Tanah melalui program PTSL dari pemerintah. Hal ini merujuk pada amanat Presiden Republik Indonesia yang menginstruksikan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) harus bisa memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengurus sertifikat tanah dengan target yakni hingga tahun 2025, semuanya sudah terselesaikan .

Pada pelaksanaannya, selama kegiatan penyisiran tidak semua tanah bisa disertifikatkan karena masih bermasalah, di antaranya tanah waris yang belum dibagikan, ukuran tanah yang dalam sengketa dengan tetangga, bahkan ada tanah yang bermasalah karena tanah sudah bersertifikat, akan tetapi sebagian dari bagian tanah tersebut disertifikatkan kembali.Terang Bapak WEKSAN ketua panitia PTSL.

WEKSAN menambahkan, Dengan adanya Pandemi Covid-19 ini membuat proses kepengurusannya agak lama, meskipun begitu kami sangat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Badan Pertanahan Kabupaten Bojonegoro.

” Program PTSL ini sangat bermanfaat bagi warga Desa Tlogorejo terutama mereka yang belum memiliki sertifikat tanah. Kinerja yang dilakukan oleh Pemerintah dan BPN terbilang cukup baik menyukseskan program PTSL ini. Kepemilikan sertifikat tanah sangat penting bagi warga apalagi jika di desa, beberapa masih belum memiliki sertifikat tanah. Dengan adanya program ini, hak kepemilikan atas tanah jelas dan ada otentiknya yaitu sertifikat tanah sehingga tidak akan menimbulkan kerugian. Misalnya, pengakuan hak kepemilikan tanah yang sudah lama ditempati, namun belum ada sertifikat tanah yang jelas,imbuhnya”.

” Alhamdulillah… saya Sangat senang karena akhirnya menerima sertifikat tanah. Jadi sekarang saya punya bukti kepemilikan tanah secara resmi”, kata Ngadi .***