Kurangi Hama,  Pemdes Beli Hasil Gropyok Tikus Per Ekor 2000 Rupiah

Tlogorejo-bjn.desa.id – Hewan pengerat ( TIKUS ) ini, kini semakin menjadi momok menakutkan bagi petani di Desa Tlogorejo. Kecamatan Kepohbaru. Betapa tidak, berbagai cara telah dilakukan oleh warga hingga instansi terkait untuk membasminya, namun tetap saja sulit untuk diperangi. Itulah Tikus, beberapa tahun terakhir memang menyita banyak perhatian petani karena telah menjadi hama yang berat untuk ditangani.Dari musim tembakau hingga kini musim tanam padi binatang tikus ini terus menghantui para petani.

Namun Pemerintah Desa bersama Gapoktan dan Kelompok Tani  kini punya cara unik untuk memberantasnya yakni dengan berburu ramai-ramai alias Gropyok, yang hasilnya dibeli oleh pemerintah desa dengan harga Rp. 2000,-/ekor. Kegiatan ini dilakukan oleh Desa Tlogorejo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro mulai hari ini, Minggut (27/12/2020).

Berdasar Surat Edaran hasil Musyawarah Desa bersama Gapoktan, Kelompok Tani dan usulan warga masyarakat, untuk mengurangi dan mengatasi Hama Tikus di Desa Tlogorejo, maka diputuskan beberapa hal yakni, mengadakan gropyok Tikus secara bersama-sama dan serentak mulai Minggu, 27 Desember 2020 sampai 31 Desember 2020 nanti, Gropyok tikus  Hari ini Minggu dimulai pukul 07.00 sampai dengan selesai, Setiap satu ekor Tikus yang berhasil dilumpukan akan diganti dengan uang Rp. 2000,- oleh pemerintah desa melalui Kelompok Tani.

Kepala Desa Drs. H. MOH. HAMIM, M. Mpd menyampaikan,Setidaknya gerakan masyarakat Pengendalian Hama Tikus Terpadu PHTT gropyok tikus ini bisa mengurangi populasi Tikus disaat awal musim tanam ini.

” Akhir-akhir ini, warga masyarakat mengeluh karena banyaknya hama tikus yang menyerang lahan pertanian dan itu sangat merugikan, maka Pemdes melalu musyawarah mengambil kebijakan Pengendalian Hama Tikus Terpadu ( Gropyok Tikus ) secara bersama-sama dan serentak , hasilnya nanti di beli “,Pungkasnya.

Seperti diketahui, kebijakan ini dikeluarkan oleh Desa Tlogorejo karena hama Tikus yang sulit di brantas, tidak mempan diobati, dan sudah banyak cara lain di tempuh namun hasilnya nihil. Sampai berita ini di terbitkan sudah ada ratusan hama tikus yang sudah berhasil di lumpuhkan oleh para petani.red (Admin)